Tampilkan postingan dengan label flash fiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label flash fiction. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Desember 2010

NAMA GUE PERGI DULU YA…

Diposting oleh ANALOLIPOPPOP di 14.17 0 komentar

Cowo itu tampannya engga ketulungan. O my God!

Mataku yang bundar masih jelalatan mengamatinya. Dia duduk seorang diri di sudut ruangan. Cowo dengan setelan seperti itulah tipeku. Rambut ikal acak, wajah unik, kulit kecokelatan, dan tampan! Hah, ini namanya takdir yang harus diraih atau kesempatan yang harus dilewatkan. Otaku menimbang-nimbang untuk menghampirinya atau meninggalkannya begitu saja.

Sebelum otaku mampu memutuskan, kakiku sudah melangkah terlebih dulu.

“Hai, gue Dea. Nama elo siapa?” hah, apaan nih yang aku lakukan? Menyodorkan tangan untuk dijabat? Keterlaluan kamu, Dea!

“Gue?” tanya cowo itu sambil menuding dirinya sendiri. Matanya mengerjap seakan tak percaya.

“Iya, elo.” Sahutku mantap. Hilang semua rasa grogiku. Buset, memang tampannya!

“Gue?” cowo itu bertanya lagi sembari berdiri dari duduknya, “Gue? nama gue… pergi dulu ya…” dan cowo itu ngeluyur pergi begitu saja. Hah, apaan nih?

Belum sempat rasa terkejutku hilang, mulutku melongo menatap cowo itu yang berlalu dengan seorang cowo tampan lainnya. Mereka berpelukan mesra. O My Ghost! Beribu-ribu kesialan, umpatku.

(156 words/18:51/150410)

Kamis, 23 Desember 2010

BIAR GUE MATI JUGA!

Diposting oleh ANALOLIPOPPOP di 16.52 0 komentar

Eliza menjatuhkan tubuh mungilnya di sofa depan televisi. Ia meraih remote kecil berwarna putih, mengarahkannya pada AC yang bertengger di dinding belakangnya. Bip, dan AC menyala. Kepalanya pusing, bukan hanya karena cuaca yang semakin panas, tapi kepalanya memang sudah lama terpanggang hingga terasa pusing.

“Tulililiiit…” dengan malas ia merogoh-rogoh tas tangannya.

“Halo,” serunya pada ponsel hitam yang telah usang, “Nella?”

“Hai, Za.” Jawab suara dari seberang sana, “mau curhat.”

“Oh, oke.” Sahut Eliza sambil menyalakan televisi.

“Gue putus.” Terdengar suara putus asa dari ponsel Eliza.

“Kenapa?” tanya Eliza tercekat.

“Ode selingkuh.” Eliza semakin tercekat.

“Bagaimana elo tahu, Nel?” suaranya terdengar bergetar.

“Gue tahu aja. Dan elo tahu engga, gue hamil. Anak Ode.” Mata Eliza membundar dengan mulut menganga. Tangannya bergetar hebat.

“Nel, elo lagi engga becanda kan?” keringat dingin mulai membanjiri pelipisnya.

“Engga, za,” jawab Nella cepat, “dan gue mau mengakhiri ini semua.” Dengan tangan yang masih bergetar, Eliza mengganti saluran televisi. Sebuah berita. Heboh. Seorang perempuan muda melakukan percobaan bunuh diri dari atap gedung berlantai tiga belas. Itu tagline nya.

“Nel, maksud elo? Jangan main-main Nella.” Seru Eliza, kebingungan.

“Gue udah engga ada gunanya hidup. Bye, Liza.” Terdengar bunyi tuuut dari seberang sana, berbarengan dengan jeritan heboh dari siaran berita di dalam televisi.

Eliza tercengang. Ponsel di tangannya terjatuh. Duduknya merosot. Keringat dingin membanjir di seluruh tubuh. Airmata menetes di sudut matanya.

Perempuan muda yang jatuh dari gedung itu, Nella, sahabatnya yang baru saja meneleponnya. Kepala Eliza serasa semakin pusing.

“Eliza!” terdengar seseorang memasuki ruangan itu, “Sayang…, apa? Hei, ada apa?” seorang lelaki menghampirinya.

“Nella…,” dengan setengah mendekap mulutnya, Eliza mencoba menerangkan, kata-katanya terbata-bata, “Ode.., gue salah…. Salah. Kita berdua udah salah….” Eliza tak hentinya mengerjapkan mata, menahan tangis, tapi kepalanya semakin pusing, biar gue mati juga! (292 words. 14/04/2010)

 

kerokero-bosu! Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez